Perserikatan Jerman tak Hukum Pemain dengan Langgar Aturan Jaga Jarak

Perserikatan Jerman tak Hukum Pemain dengan Langgar Aturan Jaga Jarak

REPUBLIKA. CO. ID,  JAKARTA — Operator Liga Jerman (DFL) tak akan menghukum pemain-pemain yang melanggar panduan menjaga jarak saat memuliakan gol pada pertandingan lanjutan ke-26 Bundesliga. Liga Jerman menjadi persaingan pertama di Eropa yang balik bergulir di tengah pandemi Covid-19
Liga Jerman tidak mendera pemain yang langgar aturan jaga jarak saat pertandingan.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Operator Liga Jerman (DFL) tidak akan menghukum pemain-pemain yang menyalahi panduan menjaga jarak saat merayakan gol pada pertandingan lanjutan ke-26 Bundesliga. Liga Jerman menjadi kompetisi pertama di Eropa yang balik bergulir di tengah pandemi Covid-19

Pada pertandingan lanjutan Liga Jerman yang dimainkan dalam Sabtu (16/5), bek Hertha Berlin Dedryck Boyata mencium pipi teman setimnya Marko Grujic untuk memuliakan gol bunuh diri yang dikerjakan pemain Hoffenheim Kevin Akpoguma. Padahal, sesuai aturan semua pihak yang terlibat dalam pertandingan harus mendaftarkan panduan keselamatan dan kesehatan terpaut pandemi Covid-19, salah satu isinya adalah mereka harus menjaga renggang satu sama lain. Namun secara pernyataan DFL, Boyata terlihat bakal aman dari sanksi.

“Perihal perayaan-perayaan gol, (menjaga jarak) merupakan anjuran di panduan ini, oleh karena tersebut tidak ada sanksi, ” kata juru bicara DFL seperti dinyatakan dalam laman resmi DFL.

Pelatih Hertha Berlin Bruno Labbadia juga menyelamatkan tindakan pemain asuhannya tersebut. “Saya harap orang-orang di luar sana memahaminya. Itu hanya merupakan rekomendasi. Kami telah dites dengan buatan negatif sebanyak enam kali, beberapa besar dilakukan kemarin, ” cakap Labbadia.

“Emosi merupakan bagian dari (permainan) ini. Jika tidak, tidak tersedia gunanya memainkan pertandingan, ” tambahnya.

Secara situasi para pemain tetap saling berdekatan sepanjang pertandingan, efektivitas untuk menerapkan kebijakan ketat seputar memelihara jarak saat terjadi gol pada Liga Jerman telah dipertanyakan penuh pihak. Pada kenyataannya, panduan seputar pencegahan pandemi Covid-19 bukan hanya dilanggar oleh Boyata. Penyerang Hertha Vedad Ibisevic kedapatan meludah di kotak penalti saat ia kandas memanfaatkan peluang pada babak pertama. Tindakan itu juga dilarang mengacu pada panduan baru.

Meski demikian, sebagian besar pertandingan dapat diselenggarakan secara mematuhi panduan-panduan keselamatan yang tersedia. Borussia Dortmund yang menang 4-0 atas Schalke 04 dapat dijadikan contoh, sebagaimana yang diperlihatkan Erling Haaland dan Raphael Guerreiro masa mengemas gol. Alih-alih berpelukan dengan rekan-rekan setimnya di atas lapangan, mereka tetap mampu menjaga jeda dan merayakan gol dengan mengabulkan “tos siku. ”

sumber: Antara