Langgar di Iran akan Dibuka Balik untuk Sholat

Langgar di Iran akan Dibuka Balik untuk Sholat

REPUBLIKA. CO. ID, TEHRAN — Masjid-masjid di Iran akan dibuka kembali untuk sholat di tengah pelonggaran penerapan lockdown di negara itu. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, masjid hendak kembali dibuka untuk sholat pada setiap hari di seluruh negeri. Walaupun, beberapa daerah di negara tersebut masih memperlihatkan tingkat infeksi virus corona yang tinggi.
Sholat akan kembali dilaksanakan di masjid Iran.

REPUBLIKA. CO. ID, TEHRAN — Masjid-masjid di Iran bakal dibuka kembali untuk sholat dalam tengah pelonggaran penerapan lockdown di negara itu. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, masjid akan kembali dibuka untuk sholat setiap hari dalam seluruh negeri. Meskipun, beberapa daerah di negara itu masih menunjukkan tingkat infeksi virus corona yang tinggi.

Dalam siaran televisi pemerintah, Rouhani mengatakan kalau pusat perbelanjaan akan dapat pasti buka di luar waktu penyudahan pukul 18. 00 yang diberlakukan sebagai bagian dari penerapan lockdown. Hal ini menjadi rencana negeri lebih lanjut untuk secara berangsur-angsur meringankan pembatasan karena wabah Covid-19.

“Pintu-pintu masjid di seluruh negeri akan terbuka buat umum untuk sholat lima zaman, ” kata Rouhani, dilansir di Middle East Eye , Ahad (31/5).

Namun demikian, Rouhani menekankan agar jamaah tetap memperhatikan jarak baik dan protokol kesehatan lainnya. Kendati begitu, ia tidak menyebutkan perkara waktu kapan masjid akan dibuka kembali.

Sementara itu, pihak berwenang mengambil tindakan bertambah keras untuk memastikan peraturan kesehatan tubuh dipatuhi, termasuk melarang orang sejak bus dan kereta metro jika mereka tidak memakai masker wajah. Kepala Gugus Tugas virus corona di Tehran yang dipimpin negeri, Alireza Zali, mengatakan kepada TV pemerintah bahwa situasi di ibukota masih tidak menguntungkan. Menurutnya, pelonggaran pembatasan bertahap itu harus disertai dengan kepatuhan yang lebih betul-betul terhadap aturan-aturan.

Iran merupakan salah satu negara dengan terkena dampak paling buruk pada Timur Tengah. Menurut data kementerian kesehatan Iran, negara ini merekam 148. 950 infeksi dan tujuh. 734 kematian akibat Covid-19.

Seorang juru bicara kementerian mengatakan pada Sabtu bahwa provinsi barat daya Khuzestan masih diklasifikasikan sebagai zona merah di tengah jumlah infeksi dan kematian yang lebih tinggi. Sementara, tujuh daerah lainnya terancam. Kementerian Kesehatan telah membagi negara itu menjadi provinsi putih, kuning dan merah berdasarkan jumlah kasus dan kematian.