19 Provinsi Catatkan Kurang dari 10 Kasus Baru Covid-19

19 Provinsi Catatkan Kurang dari 10 Kasus Baru Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Sebesar 19 provinsi di Indonesia mencantumkan penambahan kasus baru Covid-19 kurang dari 10 orang dalam utama hari terakhir. Rinciannya, ada enam provinsi yang jumlah penambahan kasusnya nol pasien, yakni Aceh, Tangan, Riau, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Gorontalo.
Semakin banyak provinsi yang mencantumkan penurunan kasus positif Covid-19.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Sebanyak 19 provinsi di Indonesia mencatatkan penambahan kasus baru Covid-19 kurang dari 10 orang dalam utama hari terakhir. Rinciannya, ada enam provinsi yang jumlah penambahan kasusnya nol pasien, yakni Aceh, Tangan, Riau, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Gorontalo.

Kemudian, ada empat provinsi dengan penambahan kasus positif Covid-19 hanya 1 orang, yakni DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung, dan Maluku Utara. Ada pula tiga provinsi dengan dua kasus baru dalam satu hari ini, yakni Jambi, Kalimantan Utara, dan Papua Barat.

Sisanya, enam daerah dengan penambahan kasus antara 3 sampai 10 orang. Keenam daerah tersebut adalah Bangka Belitung dengan 9 kasus baru, Kalimantan Barat dengan 3 kasus baru, Kepulauan Riau dengan 4 kasus baru, Sulawesi Utara dengan 9 urusan baru, Sulawesi Tenggara dengan 5 kasus baru, dan Sulawesi Pusat dengan 7 kasus baru.

“Ini sesuatu yang merayu karena gambarkan kondisi masyarakatnya dengan sudah bisa terapkan kriteria tenang dari covid, ” tutur Yurianto, Jumat (5/6).

Negeri juga mencatat adanya penambahan kejadian sembuh sebanyak 551 orang di satu hari terakhir sehingga mutlak pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 9. 443 orang. Total pasien yang meninggal dunia pula bertambah 49 orang, sehingga totalnya 1. 770 pasien yang wafat dengan status positif Covid-19.

Yurianto melihat bahwa semakin banyak provinsi yang mencatatkan kemerosotan kasus menunjukkan bahwa kesadaran klub untuk menjalankan protokol kesehatan semakin tinggi. Kendati begitu, dia mewanti-wanti agar pemerintah daerah terus menggaungkan kampanye pelaksanaan protokol kesehatan pada masyarakat.

“Kita melihat aktivitas masyarakat yang saat ini terlihat namun kasusnya tidak meningkat, artinya sudah mematuhi jaga jangka.
Memang dalam kondisi terbatas tidak mungkin melakukan jaga jarak, namun mereka melindungi dengan kedok, dan mencuci tangan setelah berasak, ” jelas Yurianto.