Penerapan Face Shield di Kediri Menjemput Warga Terdampak Covid-19

Penerapan Face Shield di Kediri Menjemput Warga Terdampak Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, KEDIRI — Seorang warga Kota Kediri, Jawa Timur, membuat face shield atau penutup wajah. Pembuatan tersebut dilakukan dengan memberdayakan para remaja yang orang tuanya terdampak Covid-19.
Dalam sehari, mereka bisa melaksanakan kurang lebih 100 face shield .

REPUBLIKA. CO. ID, KEDIRI — Seorang masyarakat Kota Kediri, Jawa Timur, membuat face shield atau penutup wajah. Pembuatan tersebut dilakukan dengan memberdayakan para-para remaja yang orang tuanya terdampak Covid-19.

Penjualan face shield tak hanya di Kediri, tetapi tembus hingga sejumlah daerah di Jawa Timur hingga DKI Jakarta. Endah Widi Sulfiana, warga Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri melaksanakan face shield tersebut karena berdasarkan seruan. “Awalnya ada permintaan untuk anak-anak. Apalagi kalau nanti sekolah jadi masuk, anak-anak membutuhkan, ” kata pendahuluan Endah di Kediri, Rabu (10/6).

Dia akhirnya mencoba membuat face shield dengan berkonsultasi bergabung saudaranya terkait face shield seperti barang apa yang aman untuk kesehatan. Setelah didapatkan, akhirnya dia memberanikan diri untuk membuatnya.
                                               
Di dalam usahanya membuat face shield , Endah mengajak para remaja untuk mengerjakannya. Dalam sehari, mereka bisa membuat kurang bertambah 100 face shield .

Harga face shield bervariasi mulai dari Rp15 seperseribu sampai Rp 20 ribu bohlam unit, tergantung ketebalan mika. Selain itu, juga tersedia face shield untuk bayi dengan harga Rp 18 ribu. Pihaknya juga melayani order calon pembeli dengan stiker berlabel nama anak. Sementara untuk face shield dewasa, dia juga membuat secara harga Rp 20 ribu per unit.

Dia mengucapkan pesanan cukup banyak. Bahkan, tempat melayani pesanan dari berbagai kota di Jawa Timur, termasuk had Jakarta. Bahkan, banyak yang berminat menjadi reseller .
                                               
“Saya ambil buat sedikit saja, yang penting mampu jalan dan teman-teman ini bisa dapat tambahan uang saku, ” kata Endah.
                                               
Anak-anak yang ikut membantu usahanya kebanyakan orang tuanya terkena dampak Covid-19. Mereka ada yang dirumahkan minus gaji. Dari membantu mengerjakan face shield ini, anak-anak tersebut bisa mendapatkan uang tambahan untuk mendaftar ke universitas.
                                               
Endah selalu mengaku awalnya dia membuat juru bicara pelindung diri (APD). Permintaan awalnya cukup baik dimana sehari bisa memproduksi hingga 100 unit APD. Harga jual juga relatif terjangkau sekitar Rp 80 ribu mulai unit. Namun, persaingan  produksi APD semakin banyak sehingga saat tersebut beralih membuat face shield .
                                               
Aktivitas warga untuk tetap bekerja di berbagai bidang juga selalu mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Kediri. Salah satu bentuk sokongan agar UMKM terus bergerak dalam masa pandemi dengan ikut mengenalkan produk di jejaring sosial Instagram formal milik Pemkot Kediri.

Wali Kota Kediri Abdullah Duli Bakar ingin agar pihak perbankan serta swasta untuk membantu persiapan pemulihan ekonomi pada era umum baru di tengah pandemi Covid-19. “Saya berharap, CSR dari perusahaan jangan untuk alat kesehatan selalu. Justru pihak perbankan ini kudu menggerakkan ekonomi UMKM, ” ujarnya.

Dia yakin tersebut langkah terbaik untuk menjaga konsumen. “Kalau ekonomi berputar, pasti bisnis perbankan bisa berjalan dengan piawai, ” kata Abu Bakar.                        

Pihaknya juga mengajak kalangan swasta untuk membantu program pemulihan pemerintah. Hal ini dilakukan agar ekonomi segera muncul kembali.
 

sumber: Antara