Rakornas Zakat Baznas 2020 Lahirkan 16 Rekomendasi

Rakornas Zakat Baznas 2020 Lahirkan 16 Rekomendasi

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) resmi menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2020-Online, Kamis (11/6). Rapat selama dua keadaan ini diikuti 354 peserta dibanding BAZNAS maupun lembaga amil derma (LAZ) seluruh Indonesia.
Rekomendasi menjadi komitmen bersama untuk mempercepat penanganan Covid-19.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) resmi menutup Rapat Penyelarasan Nasional (Rakornas) Zakat 2020-Online, Kamis (11/6). Rapat selama dua hari ini diikuti 354 peserta lantaran BAZNAS maupun lembaga amil derma (LAZ) seluruh Indonesia.

Kegiatan selama dua hari ini berjalan dengan lancar dan melahirkan 16 poin kesimpulan dan rekomendasi. Kesimpulan dan rekomendasi dibacakan oleh Anggota Baznas, Prof Mundzir Suparta, selaku pimpinan sidang.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kesibukan yang membicarakan begitu banyak masukan telah kita simpulkan menjadi 16 poin dan sudah kita nyatakan sah sebagai satu bentuk janji yang mengikat dan harus kita jalankan, terutama dalam percepatan pengerjaan Covid-19 ini, ” ujar Mundzir dalam rapat yang digelar secara daring, Kamis (11/6).

Dari 16 rekomendasi dan kesimpulan itu, salah satu hasil ua adalah baik Baznas tingkat pusat, provinsi, Kabupaten/Kota, serta LAZ wajib mematuhi prosedur serta protokol Covid-19. Selain itu, seluruh peserta berkomitmen memprioritaskan program pembagian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Yang lain (DSKL) untuk upaya percepatan penanganan Covid-19.  

Seluruh peserta juga disebut berkomitmen melakukan kemitraan dan penyerasian dengan pemerintah, khususnya Gugus Perintah Percepatan Penanganan Covid-19 dan pihak-pihak terkait lainnya, untuk menyusun solusi bersama dalam penanganan Covid-19.

Usai pengajian hasil kesimpulan dan rekomendasi, Rakornas Zakat Baznas 2020 Online   ditutup oleh Ketua Baznas, Prof. Bambang Sudibyo. Dalam penutupnya, ia menyebut sokongan dan apresiasi multipihak kepada Baznas dan LAZ dalam penanganan Covid-19 khususnya dalam pengelolaan ZIS & DSKL sangat besar.

“Untuk itu marilah kita syukuri dukungan dan pengetahuan multi-pihak ini sebaik-baiknya dengan cara memanfaatkannya seoptimal mungkin, ” sebutan Bambang.

16 poin kesimpulan dan rekomendasi ini diharap menjadi komitmen bergabung untuk mempercepat penanganan Covid-19. Selain itu, juga untuk menegakkan syariah zakat di Indonesia.

Pembacaan kesimpulan dan rekomendasi rakornas disaksikan langsung sebab Ketua Baznas, Prof. Bambang Sudibyo, didampingi Wakil Ketua Baznas, Dr. Zainulbahar Noor, SE. Tampak juga seluruh Anggota Baznas, Direktur Sempurna, segenap jajaran direksi dan sekretaris Baznas, Pimpinan Baznas Provinsi mengikuti Kabupaten/Kota, Pimpinan LAZ se-Indonesia, serta seluruh peserta Rakornas lainnya.

Berikut itu adalah 16 Rekomendasi Rakornas Derma 2020- Online :

satu. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ wajib mengindahkan prosedur dan protokol Covid-19.

2. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ berkomitmen menjaga soliditas dalam aksi kolaboratif program penanganan Covid-19.  

3. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ berkomitmen untuk mengikuti koordinasi serta kepemimpinan BAZNAS RI dalam pengerjaan Covid-19 dan dalam keadaan wajar baru ( new umum ).

4. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ berkomitmen melakukan kemitraan dn penyerasian dengan pemerintah, khususnya Gugus Perintah Percepatan Penanganan Covid-19 dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menyusun penyelesaian bersama dalam penanganan Covid-19.

5. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ berkomitmen memprioritaskan agenda penyaluran ZIS dan DSKL buat upaya percepatan penanganan Covid-19.  

enam. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ berkomitmen untuk menyusum strategi dan langkah-langkah kongkrit untuk menghadapi kondisi normal terakhir ( new normal ).

7. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ tetap menerapkan pendekatan mendatangi mustahik (push approach) bukan mengumpulkan mustahik (pull approach) dalam program penanganan Covid-19 sesuai dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.  

8. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ berkomitmen untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama yang terdampak Covid-19.

9. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat dalam memacu penanganan Covid-19.  

10. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, & LAZ berkomitmen untuk mereplikasi secara mandiri praktik-praktik terbaik penanganan Covid-19.

11. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ dalam penanganan Covid-19, wajib mengikuti syariah Agama islam dan peraturan perundang-undangan secara terang dan akuntabel.  

12. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ wajib menolak gratifikasi dengan mengandung konflik kepentingan dalam penanganan Covid-19.

13. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ berkomitmen menjaga dan melindungi keamanan, keselamatan, dan kesehatan amil danr relawan dalam penanganan Covid-19.  

14. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ wajib menjaga netralitas politik dalam penanganan Covid-19.

15. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ berkomitmen untuk menggunakan teknologi berbagai platform pembayaran untuk melakukan sosialisasi, pengembangan saluran pembalasan zakat, dan peningkatan layanan klub untuk berdonasi di tengah kedudukan pandemic Covid-19 dan kondisi wajar baru ( new biasa ).

16. Baznas RI, Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, dan LAZ wajib melaporkan kepada Baznas MENODAI dan Pemda sesuai dengan tingkatannya tentang dampak Covid-19 pada penyatuan dan penyaluran ZIS dan DSKL.