Demo Penolakan 500 TKA China dalam Sultra Ricuh

Demo Penolakan 500 TKA China dalam Sultra Ricuh

REPUBLIKA. CO. ID, KENDARI — Demontrasi penolakan terhadap kedatangan 500 orang tenaga kerja asing (TKA) yang akan bekerja di PT VDNI dan PT OSS dalam Morosi Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga Selasa suangi berlangsung ricuh. Para massa gerak-gerik melampiaskan rasa kekecewaannya akibat tidak menemukan seorang pun TKA dengan melintas di simpang empat Tempat Ambaipua Kecamatan…
Para-para demonstran melakukan aksi sweeping mencari TKA China.

REPUBLIKA. CO. ID, KENDARI  — Demontrasi penolakan terhadap kedatangan 500 orang tenaga kerja asing (TKA) yang akan bekerja di PT VDNI serta PT OSS di Morosi Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga Selasa malam berlangsung ricuh. Para massa aksi melampiaskan mengalami kekecewaannya akibat tidak menemukan seorang pun TKA yang melintas di simpang empat Desa Ambaipua Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.

Pengunjuk rasa melemparkan akik dan kayu ke arah pihak kepolisian. Pihak keamanan menyemprotkan water canon dan menembakkan gas air mata ke arah massa pengunjuk rasa.

Kepolisian memperingatkan pengikut pengunjuk rasa agar membubarkan diri. Namun imbauan tersebut tidak diindahkan oleh masa aksi dan mencari jalan melemparkan batu dan kayu ke arah pihak Kepolisian.

Hingga berita ini dinaikkan pas pukul 23. 19 Wita, pihak kepolisian tengah berupa membubarkan pengikut dengan menembakkan gas air ceroboh dan water canon ke pokok pengunjuk rasa. Sebelumnya, para massa aksi melakukan sweeping setiap instrumen khususnya roda empat yang muncul dari bandara untuk memeriksa di setiap penumpang, apakah memuat TKA atau tidak.

Untuk diketahui, hari ini Selasa (23/6) dijadwalkan sebanyak 156 TKA asal China akan tiba di Bandara Haluoleo Kendari. Sebanyak 156 TKA itu adalah gelombang pertama dari 500 TKA yang akan datang di Sultra.

sumber: Antara