Saleh Luncurkan Buku tentang Covid-19

Saleh Luncurkan Buku tentang Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Plh Ketua Fraksi PAN DPR MENODAI Saleh Daulay meluncurkan buku “Menghadang Corona: Advokasi Publik di Periode Pandemik”. Buku ini merupakan rupa-rupa pemikiran dan kritik Saleh dengan sudah diterbitkan di media kawula.
Buku tersebut merupakan ikatan pendapat Saleh yang dimuat di berbagai media massa.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Plh Ketua Fraksi PAN DPR RI Taat Daulay meluncurkan buku “Menghadang Corona: Advokasi Publik di Masa Pandemik”. Buku ini merupakan  pernak-pernik adicita dan kritik Saleh yang sudah diterbitkan di media massa.

Saleh mengatakan virus Corona mengancam dunia. Banyak negara yang warganya terpapar. Tidak satu pula di antara negara-negara itu dengan siap menghadapi. Semuanya masih meraba-raba dan berpikir mencari solusi.

“Awalnya menyebar pada Wuhan, China. Namun perlahan namun pasti, meluas ke negara-negara lain. Walau sebelumnya disangkal, belakangan penyebarannya sampai juga ke Indonesia, ” kata Saleh dalam rilis peluncuran buku, Jumat (10/7).

Masyarakat gelisah. Banyak dengan tidak siap. Virus ini pertama dan belum dikenali secara tentu. Antivirusnya belum ada. Vaksinnya belum ditemukan. “Tidak heran jika negeri pun terkesan tidak siap menghadapi. Ada banyak kendala yang mengungkung, ” ungkapnya.

Di saat-saat seperti itu, kata Saleh, pemerintah didesak membuat serta melaksanakan kebijakan untuk mengontrol dan meredam penyebaran virus Corona. Tersedia banyak kebijakan dan regulasi yang dibuat. Ada kesan bahwa kecendekiaan dan regulasi itu malah penuh yang tidak sinkron.

Itu terlihat dari perbedaan kebijakan antar kementerian/lembaga. Juga perbedaan antara kebijakan pusat dengan kawasan. Termasuk dalam urusan penentuan status suatu daerah atau wilayah.

Padahal, pandemi covid-19 itu adalah tolok ukur untuk menguji kekuatan pertahanan  di sektor kesehatan tubuh. Baik dilihat dari ketersediaan sarana prasarana dan fasilitas kesehatan, teknologi, kecukupan tenaga medis, dan selalu manajemen pelayanan kesehatan.

Sama dengan pandemi & endemi yang pernah ada, menurut Saleh, covid-19 ini diperkirakan bukan yang terakhir. Bisa jadi sejenis saat nanti akan muncul teristimewa penyakit-penyakit menular sejenis ataupun yang tidak sejenis. Karena itu, pengerjaan covid-19 saat ini harus menjadi catatan penting dalam mempersiapkan segala sesuatu di masa mendatang.

Dalam konteks itulah, pemerintah dinilai memerlukan pikiran, gagasan, dan kritikan sebagai alternatif dalam menuruti dan menentukan kebijakan. Diyakini kalau pemerintah tidak memahami semua luas terkait secara komprehensif. Banyak ajaran dan gagasan yang perlu disuarakan untuk dilaksanakan. Begitu juga, penuh kebijakan dan program yang dinilai tidak tepat dan perlu ditunda.

“Nah, sendi ini ditulis seiring dengan sifat untuk menjaga kebijakan dan kalender pemerintah agar sesuai dengan keinginan masyarakat. Buku ini adalah pernak-pernik pemikiran dan kritik saya dengan sudah diterbitkan di media massa. Ada banyak media nasional, regional, dan lokal yang memuat, ” papar Saleh.

Pernak-pernik itu kemudian dikumpul dan disistematisasi sehingga tersusun menjadi kunci. Harapannya, buku ini dapat menjelma referensi bagi pengambil kebijakan di menuntaskan perang melawan covid-19.

Dalam penulisan buku tersebut, Saleh mengucapkan terimakasih kepada Pemimpin MPR RI, Ketua DPR RI, Ketua Umum PP Muhammadiyah, & Menteri Kesehatan RI yang telah berkenan memberikan testimoni. “Dalam kesempatan yang sama, saya juga menyuarakan terima kasih kepada Bang Sufmi Dasco (Ketua Satgas Lawan Covid-19 DPR RI) atas kesediannya merekam epilog dalam buku ini, ” ungkap Saleh.

Terkhusus, Saleh mengucapkan terimakasih kepada Ketum PAN Zulkifli Hasan, yang telah menuliskan prolog dalam buku ini. Buku ini diharapkannya sanggup menjadi salah satu bukti kewajiban PAN dalam menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat.

sumber: antara