Conte Puas Performa Inter Saat Mencurangi Torino

Conte Puas Performa Inter Saat Mencurangi Torino

REPUBLIKA. CO. ID,  MILAN — Pelatih Inter Milan Antonio Conte kembali tersenyum lepas setelah timnya mengalahkan Torino 3-1 pada lanjutan pekan ke-32 Serie A Liga Italia 2019/2020. Meski begitu, Conte mengingatkan pasukannya untuk terus berkembang.
Inter mengganyang Torino 3-1 untuk naik ke posisi kedua klasemen Serie A Italia.

REPUBLIKA. CO. ID,   MILAN — Pelatih Inter Milan Antonio Conte kembali tersenyum lepas setelah timnya mengalahkan Torino 3-1 pada lanjutan pekan ke-32 Serie A Liga Italia 2019/2020. Meski begitu, Conte mengingatkan pasukannya buat terus berkembang.

“Jujur, saya pikir kami memulai permainan dengan betul baik, ” kepada Sky Sports , dilansir Football Italia, Selasa (14/7).

Berlaku di Stadio Giuseppe Meazza, Selasa dini hari tadi, tuan rumah tertinggal gol lebih dahulu melalui Andrea Belotti pada menit ke-17. Sang striker memaksimalkan kesalahan kiper Samir Handanovic dari situasi menampar pojok.

Inter berdiri lewat gol Ashley Young menit ke-49. Nerazzurri berbalik unggul masa Diego Godin mencetak gol di dalam menit ke-51. Lautaro Martinez menguatkan Inter sulit dikejar setelah kembali membobol gawang Torino menit ke-61.

Hasil positif tersebut mengakhiri catatan negatif Inter pada dua pertandingan terakhir. Tiga poin membawa mereka naik sementara ke peringkat dua klasemen Serie A Italia dengan mengamankan 68 angka.

Conte senang secara cara para pemainnya merespons  kecacatan yang berakibat gol Torino. Inter berhasil memberondong gawang tim tamu tiga kali pada babak ke-2.

“Saya merasa sensasional dan secara keseluruhan, saya budi kami mendominasi permainan. Gol Torino bisa membuat kami gugup serta menyebabkan masalah, tetapi kami lulus mengatasinya dengan baik untuk me gol kami, ” kata bekas pelatih timnas Italia tersebut.

Lebih lanjut, Conte membaca alasannya membangku cadangkan Christian Eriksen. Selama enam bulan berseragam La Beneamata sejak merapat dari perkumpulan Inggris, Tottenham Hotspur, Eriksen dianggap belum begitu memberikan kontribusi yang besar.

Allenatore 50 tahun pun mempunyai alasan kok ia hanya memainkan Eriksen jadi pemain pengganti Lautaro Martinez pada menit ke-83. Bagi Conte, Eriksen perlu waktu untuk beradaptasi serta menunjukkan kualitas terbaik.

“Harapannya tinggi di Italia. Semakin besar nama Anda, semakin penuh orang berharap dari Anda dan itu berbeda di Inggris. Oleh karena itu, saya tegaskan bahwa tim ini memiliki semangat yang hebat. Kadang-kadang mereka perlu lebih percaya di dalam kualitas mereka, ” kata Conte yang sudah merasakan atmosfer Bon Inggris saat menukangi Chelsea.