RUU BPIP Diharapkan tak Picu Pro-Kontra Masyarakat

RUU BPIP Diharapkan tak Picu Pro-Kontra Masyarakat

REPUBLIKA. CO. ID,  SURABAYA -– Pengurus Daerah (PD) XIII Generasi Muda Forum Komunikasi Anak Putri Purnawirawan dan Putra Dayang TNI-Polri (GM FKPPI) Jatim membuktikan, kesiapannya mengawal pembahasan RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP). Surat Presiden Joko Widodo mengenai RUU BPIP telah diserahkan ke DPR RI, yang menandakan mau dilanjutkan ke pembahasan.
RUU BPIP tak lagi mengandung pasal-pasal kontroversial yang sempat ditolak publik.

REPUBLIKA. CO. ID,   SURABAYA -– Pengurus Daerah (PD) XIII Tingkatan Muda Forum Komunikasi Putra Dayang Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Jatim menyatakan, kesiapannya mengawal pembahasan RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP). Tulisan Presiden Joko Widodo tentang RUU BPIP telah diserahkan ke DPR RI, yang menandakan akan dilanjutkan ke pembahasan.

Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim, R. Agoes Soerjanto berharap, RUU BPIP yang kini telah resmi dibahas di DPR RI, tidak teristimewa dipermasalahkan pihak tertentu. Apalagi datang memicu pro dan kontra. Pokok, kata dia, RUU BPIP secara substansi berbeda dari RUU HIP.

“RUU BPIP berisikan tugas, fungsi, wewenang, dan struktur Badan Pembinaan Ajaran Pancasila. Oleh karena itu, RUU BPIP tak lagi mengandung pasal-pasal kontroversial yang sempat ditolak publik, ” kata Agoes di Surabaya, Kamis (16/7).

Agoes meyakino, jika RUU BPIP disahkan, akan ada acuan hukum tegas atau legalitas BPIP. Dimana saat ini Indonesia sudah memiliki BPIP yang dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 7 Tahun 2018 oleh Presiden Joko Widodo. BPIP adalah revitalisasi dari Unit Kegiatan Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP).

“BPIP akan semakin memiliki tumpuan hukum yang kuat, sistemik serta berkesinambungan dalam melaksanakan tugasnya mendoktrinasi Pancasila di segala bidang dan aspek kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa, ” ujarnya.

Agoes mengatakan, GM FKPPI yang mewakili generasi bujang sangat membutuhkan RUU BPIP ini. Karena RUU BPIP adalah teladan hukum pembinaan dan pengamalan Pancasila agar bisa benar-benar dilaksanakan & diimplementasikan dalam kehidupan sosial. Beserta diharapkannya menjadi pakem kultur asosiasi.

“BPIP akan kuat. Karenanya RUU BPIP optimis akan disambut baik oleh semua komponen anak bangsa. Dengan adanya RUU BPIP, harapanya juga akan mengatur bagaimana penanaman nilai-nilai Pancasila kembali dilakukan melalui pendidikan sejak mulai dini, ” ujarnya.

Meniti pendidikan, kata Agoes, Pancasila akan dipahami secara kultural. Sehingga generasi muda akan siap menjadikan Pancasila sebagai alat pertahanan yang makbul dalam menangkal segala gangguan serta ancaman globalisasi. “Untuk itu balik saya tegaskan, Pancasila jangan dipergunjingkan lagi. Pancasila adalah final, ” kata dia.