Terapkan Ini untuk Jadi Wisatawan Berwawasan Lingkungan

Terapkan Ini untuk Jadi Wisatawan Berwawasan Lingkungan

REPUBLIKA. CO. ID,  JAKARTA — Ekowisata atau kegiatan pariwisata berwawasan lingkungan menjadi alternatif yang kian diminati para pelancong. Pasalnya, ekowisata mengusung prinsip ramah dunia dan keanekaragaman hayati, serta membabitkan pemberdayaan masyarakat setempat.
Wisatawan ingat lingkungan disarankan kurangi bawaan dengan berpotensi menjadi sampah

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Ekowisata atau kegiatan pariwisata berwawasan lingkungan menjadi alternatif yang kian diminati para pelancong. Pasalnya, ekowisata mengusung prinsip ramah lingkungan dan keragaman hayati, serta melibatkan pemberdayaan masyarakat setempat.

Pendiri Indonesian Ecotourism Network (Indecon) Ary Suhandi membagikan keras menjadi ecotraveler yang bijaksana. Dia menyampaikan materi itu pada webinar bertajuk “Being an Eco Traveler” yang diselenggarakan LSPR dan EcoNusa simpulan pekan silam.

“Kita memahami bahwa perjalanan wisata kita memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, sehingga membuat keputusan perjalanan dengan memenuhi keinginan, sekaligus meminimalisasi pengaruh menjadi penting, ” kata Ary.

Dia menyarankan untuk menjadikan perjalanan wisata lebih berpengaruh dengan cara tidak melakukan kesibukan yang bisa menimbulkan kerusakan lingkungan. Rencanakan perjalanan yang menghargai, apalagi melindungi lingkungan.

Menekan frekuensi perjalanan wisata menggunakan motor terbang bisa dilakoni dengan cara tinggal lebih lama di destinasi. Kurangi jejak karbon dan berpartisipasilah dalam memilih transportasi ramah lingkungan seperti sepeda dan angkutan umum.

Vice Chair Asian Ecotourism Network di Bangkok itu mewanti-wanti bahwa wisata bukan melulu foto atau swafoto di wadah indah. Esensi dari perjalanan merupakan berinteraksi dan belajar dari klub lokal, mencari pengalaman, dan aktualisasi diri.

Selama berada di tempat wisata, jangan malu berinteraksi dengan masyarakat guna meneliti budaya dan kehidupan sehari-hari itu. Pengalaman itu bisa menjadi tanda seumur hidup, ditambah menikmati bentang alam yang indah.

Memilih tinggal di homestay akan lebih baik karena berbagi pendapatan dengan masyarakat. Jika menginap di hotel, pilih layanan akomodasi yang menerapkan program ramah lingkungan seperti periode ulang, pemilahan sampah, dan penghematan energi.

Ary mengatakan, apabila melakukan perjalanan jelajah hutan atau kawasan alami, gunakan carik yang sudah ada dan terbuka jarak aman dengan hewan apapun yang dijumpai. Selalu jaga kejernihan di lokasi wisata dan jangan ragu memunguti sampah yang tampak.

Pria yang berkiprah di dunia ekowisata sejak 1987 itu menganjurkan pula untuk mengurangi barang bawaan yang berpotensi menjelma sampah. Saat berbelanja di letak wisata, gunakan tas ramah dunia yang bisa digunakan secara berulang.

“Kalau bisa, kulak produk lokal yang membantu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Catatan paling penting, jangan membeli suvenir atau produk yang terbuat dari hewan atau tumbuhan yang terancam binasa, ” ungkap Ary.