Rupiah Berpotensi Melemah Dipicu Ketegangan AS-China

Rupiah Berpotensi Melemah Dipicu Ketegangan AS-China

REPUBLIKA. CO. ID,  JAKARTA — Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank dalam Jakarta pada Kamis (23/7) berpotensi melemah seiring kembali memanasnya hubungan Amerika Serikat (AS) dan China. Pada pukul 09. 31 WIB rupiah masih menguat 75 pokok atau 0, 51 persen menjelma Rp 14. 575 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14. 650 per dolar AS.
Rupiah berpotensi berjalan melemah di kisaran Rp 14. 600 per dolar AS.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (23/7) berpotensi menyurut seiring kembali memanasnya hubungan Amerika Serikat (AS) dan China. Dalam pukul 09. 31 WIB rupiah masih menguat 75 poin atau 0, 51 persen menjadi Rp 14. 575 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14. 650 per dolar AS.

“Meningkatnya ketegangan hubungan AS & China semalam dengan perintah penyudahan konsulat China di Houston, AS, karena indikasi kegiatan mata-mata berpotensi mendorong pelemahan nilai tukar emerging market terhadap dolar AS, ” kata Kepala Riset dan Les Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis.

Menurut Ariston, kesimpulan terbaru pemerintah AS tersebut berpotensi mendapatkan balasan dari China dan memperburuk hubungan yang dikhawatirkan merembet ke isu perdagangan.

“Hubungan perdagangan dengan kurang baik antara dua ekonomi terbesar dunia bisa memperlambat kemajuan ekonomi global, ” ujarnya.

Selain itu pasar juga masih khawatir transmisi virus yang masih terus naik meskipun usaha-usaha penemuan vaksin telah mengalami kemajuan. Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak melemah di kisaran Rp 14. 600 per dolar AS hingga Rp 14. 800 per dolar AS.

Pada Rabu (22/7) lalu rupiah ditutup menguat 91 poin atau 0, 62 obat jerih menjadi Rp 14. 650 mulai dolar AS dari sebelumnya Rp 14. 741 per dolar GANDAR.

sumber: Antara