Demikian ini Protokol Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya

Demikian ini Protokol Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya

REPUBLIKA. CO. ID,  SURABAYA — Pengurus Badan Pemangku Pengelola (BPP) Masjid Al-Akbar Surabaya menggelar apel kesiapan pelaksaan Shalat Idul Adha 1441 H serta penyembelihan hewan kurban di Taman Asmaul Husna, Surabaya, Selasa (28/7).
Para jamaah diminta sudah berwudhu dari rumah dan membawa sajadah sendiri

REPUBLIKA. CO. ID,   SURABAYA — Pengurus Lembaga Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Al-Akbar Surabaya menggelar apel kesiapan pelaksaan Shalat Idul Adha 1441 H dan penyembelihan hewan kurban di Taman Asmaul Husna, Surabaya, Selasa (28/7).

Kepala BPP Masjid Al-Akbar Surabaya M. Sudjak mengatakan, apel yang digelar dimaksudkan untuk memantapkan kesiapan pengamalan Shalat Idul Adha 1441 H di tengah pandemi Covid-19.

Masjid Al-Akbar mengabulkan pembatasan-pembatasan bagi jamaah. Dari daya 50 ribu jamaah, Masjid Al-Akbar Surabaya hanya menerima 5. 000 jamaah pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 1441 H. Hal tersebut dimaksudkan agar jarak antar jamaah benar-benar terjaga.

“Pembatasan ini sebagai salah satu wujud penerapan protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah. Masjid Al-Akbar melangsungkan pembatasan dengan sistem pendaftaran online dan jamaah mendapatkan ID card Sholat Idul Adha, ” kata Sudjak.

Humas Langgar Al-Akbar Surabaya, Helmy M Noor mengimbau jamaah yang akan melaksanakan Shalat Idul Adha di Langgar Al-Akbar untuk melaksanakan prosedur dengan telah ditetapkan pengurus. Misalnya para jamaah memastikan sudah berwudhu dibanding rumah, membawa sajadah sendiri, mengesahkan ID Card sudah dipakai, & mengenakan masker.

“Persiapan itu sudah dilakukan dari panti atau sebelum ke masjid buat melaksanakan Shalat Idul Adha & pastikan tiba di masjid memukul 05. 00–05. 45 WIB, ” kata Helmy.  

Helmy melanjutkan, untuk mempermudah kanal masuk, maka parkir mobil berada di luar area masjid semacam bahu jalan atau kantong-kantor parkir yang sudah diatur oleh Awak Dishub Surabaya dan Dishub Provinsi Jatim. Sedangkan parkir motor berkecukupan di dalam masjid, dengan melewati pintu utara bagi jamaah perempuan serta lewat pintu timur bagi jamaah laki-laki.

“Siapkan kekayaan pas untuk parkir motor biar mempermudah petugas kami, ” cakap Helmy.

Bagi jamaah haji perempuan, lanjut Helmy, pintu menghunjam melalui pintu sisi utara & timur sedangkan akses jamaah pria masuk melalui pintu gerbang bagian barat dan timur. Semua jamaah haji, kata dia, tanpa terkecuali kudu mengikuti prosedur pemeriksaan suhu pranata, handsanitizer, pembagian kresek untuk membungkus sandal dan melewati bilik disinfektan.