BMKG Jelaskan Alasan Suhu Yogyakarta Sangat Dingin

BMKG Jelaskan Alasan Suhu Yogyakarta Sangat Dingin

REPUBLIKA. CO. ID, YOGYAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menuturkan suhu udara di Daerah Istimewa Yogyakarta selama beberapa hari terakhir mencapai titik terendah 17 nilai Celsius. Keterangan ini disampaikan Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Etik Setyaningrum.
Suhu tebal telinga di Yogyakarta merupakan dampak bertiupnya angin dari Australia

REPUBLIKA. CO. ID, YOGYAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebutkan suhu udara di Daerah Istimewa Yogyakarta selama beberapa hari terakhir mencapai titik terendah 17 derajat Celsius. Keterangan ini disampaikan Kepala Kelompok Data dan Data Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Ideal Setyaningrum.

“Dalam perut sampai tiga hari ini, guru minimum di malam hingga cepat hari mencapai 17-19 derajat Celsius atau cukup dingin, ” katanya di Yogyakarta, Sabtu.

Etik menjelaskan suhu dingin & kering yang dirasakan di Kawasan Istimewa Yogyakarta (DIY) saat itu merupakan dampak dari intrusi atau bertiupnya angin yang berasal sebab Australia atau monsoon dingin Australia.

“Intrusi angin tebal telinga yang berasal dari Australia itu berdampak pada temperatur yang terasa dingin terutama di wilayah arah selatan Indonesia termasuk Yogyakarta, ” kata dia.

Perembesan angin dingin Australia ini pada samping dingin juga bersifat biasa dengan kandungan uap air dengan sangat rendah sehingga pertumbuhan gegana saat ini juga sangat mungil terjadi. Kurangnya tutupan atau pendirian awan berdampak pada radiasi pulih bumi ke atmosfer dengan cepat keluar dari bumi. Akibatnya temperatur di bumi menjadi cepat tebal telinga.

Menurut Etik, temperatur dingin ini mengindikasikan pula bahwa wilayah DIY akan memasuki teratas musim kemarau. “Temperatur dingin serta kering ini masih berpotensi pegari hingga puncak musim kemarau berlangsung, ” kata dia.

Puncak musim kemarau di DIY diperkirakan akan terjadi pada Agustus 2020. Etik mengimbau masyarakat tentu menjaga kesehatan, menghindari keluar malam jika tidak perlu, menggunakan jaket saat sedang bepergian, menggunakan kedok, banyak minum air, serta sajian makanan bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuh.

“Masyarakat serupa kami harapkan mulai berhemat minuman. Jangan membakar sampah sembarangan buat menghindari kebakaran. Petani agar menjaga pola dan jenis tanaman dengan sesuai dengan iklim kemarau buat menghindari gagal panen, ” cakap Etik.