Ratusan Pekerja Tuntut Hiburan Malam di Bandung DIbuka

Ratusan Pekerja Tuntut Hiburan Malam di Bandung DIbuka

REPUBLIKA. CO. ID, BANDUNG — Ratusan pekerja sebab sektor pariwisata hiburan malam menyelenggarakan aksi di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Senin (3/8). Mereka menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengizinkan sektor tersebut segera diizinkan untuk beroperasi.
Kewajiban protokol kesehatan di tempat hiburan malam masih diragukan.

REPUBLIKA. CO. ID, BANDUNG — Ratusan praktisi dari sektor pariwisata hiburan suangi melakukan aksi di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Senin (3/8). Mereka menuntut Negeri Kota (Pemkot) Bandung mengizinkan sektor tersebut segera diizinkan untuk berfungsi.

Ketua P3B (Perkumpulan Penggiat Turisme Bandung) Rully Panggabean mengatakan hingga kini izin dari Pemkot belum kunjung keluar. Padahal, sudah kira-kira kali pemkot melakukan peninjauan buat memastikan protokol kesehatan.

“Kita sudah menghadap, bahkan pemkot sudah mengadakan peninjauan ke wadah kami, di mana kami siap dengan protokol kesehatan Covid-19, namun kita tunggu sekian lama kok enggak ada hasilnya, ” kata Rully di Balai Kota Bandung, Senin.

Menurut Rully, penuh pekerja yang terdampak mata pencahariannya akibat ditutupnya sektor hiburan suangi. Karena selain pekerja organik, banyak juga pekerja non organik atau praktisi lepas yang menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut.

“Kalau memang tidak bisa dibuka, oleh sebab itu kasih bansos mereka. Mereka membentuk hidup untuk hari ini, jika kita kan memfasilitasi, karena beta juga enggak tahan tiap hari di berapa bulan ini datang pegawai semua kasbon dan sebagainya. Membangun lama-lama enggak kuat, ” kata tempat.

Bila dibandingkan, kata pendahuluan dia, sejumlah daerah lain di Jawa Barat sudah membuka daerah hiburan malam tersebut. Di antaranya, kata dia, Cirebon, Bekasi, dan daerah lainnya. ” Nah itu yang menjadi pemicu, kemudian kenapa tempat-tempat lain tersedia yang buka didiamkan, itu pula jadi masalah seolah enggak adil ataupun tebang pilih lah, ” sebutan dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung Dewi Kenny Kaniasari memastikan pihaknya bakal segera mencari solusi terpaut hal tersebut. Karena, kata dia, baik sektor ekonomi dan sektor kesehatan perlu seimbang dan dipikirkan dengan matang.

“Kita memperhatikan juga untuk ekonominya, zona makanya kita harus cari jalan tengahnya seperti apa, ” logat Kenny.

Dia biar tak menampik bahwa para pemimpin tempat hiburan nampak sudah jadi menerapkan protokol kesehatan. Sejauh tersebut, menurutnya pihaknya sudah melakukan peninjauan ke sekitar 80 tempat per.

Namun selain kesiapan, menurutnya komitmen serta konsistensi juga perlu ditetapkan dalam protokol kesehatan. Jangan sampai, kata dia, biar jaga jaraknya sudah diatur, namun pengunjung masih tidak berdisiplin.

“Kan tahu sendiri di tempat hiburan semacam karaoke, meskipun sudah dipakai silang tempat duduknya, siapa yang akan menjamin itu kalau mereka akan tetap terbuka jarak, ” kata Kenny.

Meski begitu, ia kendati mengakui bahwa sektor pariwisata ialah salah satu kontribusi terbesar Retribusi Asli Daerah (PAD) Kota Bandung. “Makanya kita perhatikan solusi teman-teman, tapi kita harus cari berkepanjangan tengah antara kesehatan dan ekonomi bagusnya bagaimana. Ini kita bakal ajak diskusi dulu, ” logat dia.

sumber: Antara