OJK: Kredit Perbankan Tumbuh Tipis satu, 49 persen

OJK: Kredit Perbankan Tumbuh Tipis satu, 49 persen

REPUBLIKA. CO. ID,  JAKARTA — Otoritas Uluran tangan Keuangan (OJK) menyatakan kinerja industri sektor keuangan mengalami perlambatan. Tercatat hingga Juni 2020, kredit perbankan tumbuh 1, 49 persen dengan year on year, piutang kongsi pembiayaan terkontraksi minus 7, 3 persen secara year on year, dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7, 95 obat jerih.
Perlambatan penyaluran kredit karena penurunan kredit Bank BUKU III.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuktikan kinerja industri sektor keuangan mengalami perlambatan. Tercatat hingga Juni 2020, kredit perbankan tumbuh 1, 49 persen secara year on year , piutang kongsi pembiayaan terkontraksi minus 7, 3 persen secara year on year , dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) muncul 7, 95 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan perlambatan penyaluran rekognisi pada Juni 2020 secara year on year karena dipengaruhi penurunan pengaruh kelompok Bank Umum Kegiatan Daya (BUKU) III atau bank dengan modal inti antara Rp 5 triliun sampai Rp 30 triliun.

“Dapat kami sampaikan pertumbuhan kredit bank BUKU III terkontraksi 2, 27 persen year on year, sektoral perlambatan terjadi pada perdagangan serta industri pengolahan sejalan dengan kemerosotan aktivitas ekonomi, ” ujarnya zaman konferensi pers virtual, Selasa (4/8).

Berdasarkan data OJK per Mei 2020, kredit perbankan naik sebesar 3, 04 persen dari periode pas tahun sebelumnya. Kemudian penghimpunan DPK tumbuh 8, 87 persen dengan year on year .

Jika dibandingkan April 2020, rekognisi perbankan tumbuh 5, 73 komisi dan penghimpunan DPK tumbuh 8, 08 persen secara year on year .

OJK mencari jalan mendorong intermediasi perbankan sejalan turunnya suku bunga kredit secara konsisten. Selain itu, stimulus pemerintah, sumbangan bunga, penempatan dana pemerintah, sumbangan kredit korporasi menjadi amunisi di dalam memberikan dorongan sektor riil buat tumbuh kembali.

“Dengan program restrukturisasi, dengan insentif ini, diharapkan industri mampu bangkit kembali dalam waktu ga terlalu lama, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi pada September sampai akhirusanah, ” ucapnya.

Ke depan OJK bersama Bank Indonesia, pelaku perbankan dan stakeholder lainnya terus monitor dengan detail perkembangan kredit di lapangan dan memantau jika ada masalah dan kendala, sehingga bisa diatasi dengan segera dan mempercepat kemajuan ekonomi melalui penyaluran kredit.