Kepala Islam di Israel: Al-Aqsa bakal Kembali ke Muslim

Kepala Islam di Israel: Al-Aqsa bakal Kembali ke Muslim

REPUBLIKA. CO. ID,  YERUSALEM — Pemimpin Gerakan Islam di Israel, Sheikh Raed Salah mengatakan meski saat ini situasi yang menyakitkan terjadi di negara Arab, ia yakin akan segera berakhir. Ia juga membicarakan negara Arab akan memenuhi seruan dari Masjid Al-Aqsa.
Pemimpin Islam di Israel menodong bantuan umat Islam atas Langgar Al-Aqsa.

REPUBLIKA. CO. ID,   YERUSALEM — Pemimpin Gerakan Agama islam di Israel, Sheikh Raed Salah mengatakan meski saat ini status yang menyakitkan terjadi di negeri Arab, ia yakin akan segera berakhir. Ia juga menyebut negara Arab akan memenuhi panggilan daripada Masjid Al-Aqsa.

Dalam sebuah perintah video, pada kesempatan liburan Idul Adha, Sheikh Salah mengatakan Masjid Al-Aqsa mengirimkan permintaan bantuan kepada umat Islam.   “Kapan teriakan penghargaan kepada Allah untuk kesabaran (dalam pertarungan) menjadi teriakan pujian kepada Allah atas kemenangan yang menandai bangkitnya okupasi kita? ” perkataan Salah dilansir di Israel National News , Rabu (5/8).

Sheikh Lupa menambahkan, meski dalam situasi dengan sulit terlihat beberapa tanda-tanda tentu. Salah satunya, kembalinya kedaulatan akan Masjid Hagia Sophia di Turki, yang berarti kedaulatan Muslim tempat Masjid Al-Aqsa juga akan kembali.  

Salah telah ditangkap oleh Israel beberapa kali di masa lalu dengan tuduhan penghasutan. Ulama radikal ini menjalani hukuman penjara sembilan bulan, sesudah dinyatakan bersalah karena mendorong serangan kekerasan dan menghasut rasialisme pada khotbah yang dilakukan pada 2007.

Di masa cerai-berai, dalam pidatonya di hadapan Muslim di Beer Sheva, ia menyebut para pemimpin Israel “teroris” dan “musuh Allah”. Ia juga pernah dipenjara selama lima bulan pada tahun 2010 karena meludahi seorang petugas polisi Israel.

Salah merupakan ikon perlawanan Palestina yang juga dikenal sebagai “Sheikh Masjid Al-Aqsa”. Tak hanya tersebut, ia merupakan salah satu tokoh Palestina paling menonjol dan memperoleh popularitas luas di dunia Muslim karena pembelaannya yang tiada henti terhadap masjid tersebut.

Dia berusaha keras meningkatkan kesadaran umum tentang tindakan Israel terhadap Yerusalem, serta jamaah di kian. Lahir pada 1958, Sheikh Lupa merupakan seorang penyair dan abu dari delapan anak.

Saleh memulai pekerjaan publiknya sebagai Wali Kota Umm al-Fahm, sebuah kota Arab di Israel, di mana ia juga menjadi pemimpin cabang utara Gerakan Islam pada Israel. Pemerintah Israel melarang bagian utara Gerakan Islam pada November 2015.  

http://www.israelnationalnews.com/News/News.aspx/284756