Dokter Peringatkan tidak Olahraga Berlebihan dalam Masa Pandemi

Dokter Peringatkan tidak Olahraga Berlebihan dalam Masa Pandemi

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Olahraga penting buat kebugaran tubuh, akan tetapi aktivitas fisik yang berlebihan juga tak dianjurkan. Dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Triangto mengingatkan, olahraga berlebihan justru menurunkan imunitas.
Dokter menyebutkan bahwa olahraga berlebihan justru menurunkan imunitas.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Olahraga penting untuk kebugaran tubuh, akan tetapi aksi fisik yang berlebihan juga tidak dianjurkan. Dokter spesialis kedokteran gerak Michael Triangto mengingatkan, olahraga kelewatan justru menurunkan imunitas.

Itu sebabnya, olahragawan lebih rentan mengidap Covid-19. Beberapa yang dinyatakan positif termasuk pesepak bola Neymar dan mantan pegulat Dwayne Johnson alias The Rock. Michael membaca hal itu dengan sebuah kurva.

Kurva menyerupai huruf J atau tanda centang itu menggambarkan, latihan fisik intensitas mudah sampai sedang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Sementara, latihan fisik berat dengan intensitas tinggi justru menyandarkan imunitas.

Dengan begitu, tubuh lebih berisiko terinfeksi virus. Saat melakoni olahraga intensitas rendah sampai sedang, seseorang masih bisa berbicara atau bernyanyi. Itu tak bisa dilakukan saat melakukan gerak intensitas berat.

Michael juga menyoroti bahwa masyarakat umum kerap beranggapan bahwa olahraga kudu menyebabkan pegal dan banyak peluh. Seolah jika keduanya tidak tumbuh, olahraga belum sepenuhnya berhasil. Padahal, tidak selalu begitu.

Pada sesi diskusi bertajuk “Olahraga dan Adaptasi Kebiasaan Baru” dalam Instagram Live akun @pdsko , Rabu (9/9), Michael menjelaskan tiga tujuan olahraga. Seseorang bisa melakukan olahraga dengan bahan kesehatan, prestasi, atau rekreasi.

“Programnya tidak sama. Olahraga untuk kesehatan, intensitasnya ringan datang sedang. Untuk prestasi, intensitasnya berat karena harus melampaui batas-batas kemampuan. Kalau untuk rekreasi, biasanya tidak teratur, hanya saat ada masa kumpul, ” kata Michael.

Semasa pandemi Covid-19, pada setiap orang perlu memperhatikan jenis gerak yang dilakukan, dan berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran olahraga bila perlu. Masyarakat umum sebaiknya memastikan olahraga yang tidak menurunkan imunitas.

Sementara, Michael menyarankan para atlet sebisa mungkin lestari berolahraga di rumah. Opsi yang lain, atlet bisa berolahraga di tempat tertentu yang sudah menerapkan aturan bubble sehingga tetap bisa menjaga prestasi dan kualitas olahraga.

“Beberapa tempat latihan atlet serupa PBSI sudah menerapkan bubble . Semua orang di sana harus melakukan tes rapid serta swab . Pada setiap orang keluar-masuk harus melewati chamber khusus dan melakukan protokol kesehatan, ” ujarnya.