Transplantasi Ginjal Bisa Dilakukan Sebelum Basuh Darah

Transplantasi Ginjal Bisa Dilakukan Sebelum Basuh Darah

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Transplantasi ginjal dengan kini ditawarkan sebagai pilihan terapi bagi pasien penyakit gagal ginjal kronik (PGK) masih lekat dengan sederet mitos. Salah satunya cuma bisa dilakukan setelah pasien menyelenggarakan cuci darah.
Transplantasi buah modern tidak hanya bisa dikerjakan pada kaum muda.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Transplantasi ginjal yang kini ditawarkan sebagai pilihan terapi bagi pasien penyakit urung ginjal kronik (PGK) masih teguh dengan sederet mitos. Salah satunya hanya bisa dilakukan setelah anak obat melakukan cuci darah.

Menurut Pokja Transplantasi Ginjal RSCM, Departemen Urologi FKUI- RSCM, Dr. dr. Nur Rasyid terapi itu sudah bisa dilakukan sebelum anak obat membutuhkan prosedur cuci darah.

“Dari awal sudah bisa dilakukan, bahkan orang yang telah mengalami gagal ginjal stadium lima, kami harus siapkan untuk hemodialisis atau peritonial dialisis atau transplantasi. Kalau langsung memilih transplantasi, maka angka harapan hidup, kualitas ginjal lebih baik, ” ujar tempat dalam acara re-launching virtual Bagian Layanan Transplantasi Ginjal Departemen Urologi FKUI-RSCM, Jumat (11/9).

Mitos lainnya, transplantasi ginjal berperan hanya untuk pasien yang muda. Padahal prosedur ini bermanfaat buat semua pasien baik tua ataupun muda.

Data statistik dari RSCM menunjukkan, banyak anak obat yang menjalani transplantasi ginjal berumur 60 tahun dan lebih tua asalkan angka harapan hidupnya 10 tahun.

“Jadi kalau ada usia 70 tahun ditransplantasi, karena dalam keluarga itu orang-orangnya berusia 90, 100 tahun. Oleh sebab itu dia berhak menjadi resipien, ” tutur Rasyid.

Kemudian, menyoal harga. Ada pendapat transplantasi ginjal lebih mahal daripada cuci darah. Menurut Rasyid biaya dengan dikeluarkan satu kali transplantasi sepadan dengan tiga tahun prosedur hemodialisa. Saat ini biaya transplantasi yang mencapai Rp 300 juta semrawut ditambah hal-hal lain sudah mampu ditanggung BPJS.

“HD (hemodialisa orang Indonesia selama tiga tahun biayanya sama seperti transplantasi satu kali. Biaya yang dikeluarkan BPJS untuk hemodialisa pada tahun 2018 Rp 2, 3 triliun, kemudian sepanjang 2015-2017, Rp 44, 3 miliar untuk 149 peristiwa transplantasi, ” tutur Rasyid.

Mitos lainnya, operasi buah prosedur berbahaya. Padahal, transplantasi pada era modern termasuk aman. Dengan nasional angka keberhasilannya sekitar 95 persen, sementara di RSCM angkanya mencapai 99 persen.

Ada juga pendapat yang mengucapkan transplantasi ginjal tidak bisa dikerjakan pasien yang sudah lama cuci darah. Faktanya, pasien yang telah melakukan hemodialisa lima tahun, tujuh tahun karena mungkin baru tahu ada transplantasi ginjal atau belum dapat donor bisa menjalani transplantasi.

Selain itu, buah baru pasca transplantasi tidak mau pernah rusak. Pendapat ini lengah.

“Kembali lagi, sesuai. Saat advokasi seorang akan menjadi resipien, bagian psikiatri, hukum mau melihat apakah dia memiliki mentalitas yang baik untuk merawat ginjal yang baru. Apabila tidak, tempat tak akan lolos sebagai resipien, ” kata Rasyid.

sumber: Antara