Banjir Masih Mengintai Sejumlah Wilayah Sulteng

Banjir Masih Mengintai Sejumlah Wilayah Sulteng

REPUBLIKA. CO. ID,  PALU — Bencana banjir hingga kini sedang mengancam sejumlah wilayah yang tersedia di Sulawesi Tengah karena iklim cuaca ekstrem. Hal ini menetapkan mendapat perhatian semua pihak, pertama masyarakat yang di daerah mengibakan banjir dan longsor.
Sejumlah wilayah di Sulteng berpeluang besar dilanda abu sedang sampai lebat.

REPUBLIKA. CO. ID,   PALU — Bencana banjir hingga kini masih mengancam sejumlah wilayah yang tersedia di Sulawesi Tengah karena status cuaca ekstrem. Hal ini menetapkan mendapat perhatian semua pihak, pertama masyarakat yang di daerah rawan banjir dan longsor.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG) di Pemukul menyebutkan sejumlah wilayah di Sulteng berpeluang besar dilanda hujan medium sampai lebat, Selasa (15/9).

Wilayah-wilayah dengan berpotensi besar diguyur hujan lebat, yakni Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, Morowali Utara, Parigi Moutong, Donggala, Sigi, dan juga Kota Pemukul. Saat curah hujan meningkat, betul memungkinkan terjadinya bencana banjir & tanah longsor.

Seperti yang terjadi dalam beberapa wilayah dalam dua pasar terakhir ini, banjir melanda Daerah Oloboju di Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Morowali, Kabupaten Donggala dan beberapa permukiman warga di dalam Kota Palu.

Selain ancaman banjir, juga tanah longsor seperti yang terjadi di ruas timah Trans Sulawesi pada poros tiang Taweli-Toboli yang lebih dikenal jalur Kebun Kopi.   Di sepanjang ruas jalan Taweli-Toboli sepanjang 42 Km tersebut, ada beberapa titik longsor yang diakibatkan curah hujan tinggi.

Bahkan poros tiang nasional yang terbilang paling ramai dan padat dilewati kendaraan, tercatat angkutan kota antarprovinsi dari Manado, Gorontalo-Makassar dan Tanah Toraja tersebut sempat putus beberapa jam. Hidup tertutup material tanah longsor yang terdiri dari batu-batuan, pepohonan patuh, dan material tanah dan pasir.

Sabuk itu selama Ahad malam (13/9) sampai Senin dini hari tidak bisa dilewati kendaraan karena material longsor menutupi badan jalan. Ratusan unit kendaraan terjebak macet semalaman.

Ruas jalan itu baru bisa dilalui kendaraan setelah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga mengerahkan sejumlah alat berat untuk membersihkan pranata jalan dari material longsor di dalam Senin (14/9) sekitar pukul 06. 00 Wita.   Mengingat jalur tersebut selama itu rawan kecelakaan dan bencana desa longsor, Dinas Perhubungan (Dishub) Sulteng mengimbau para pengendara yang melintas di poros jalan Taweli-Toboli biar badan jalannya sudah diperlebar, namun perlu hati-hati.

“Selain badan jalan lincin, juga memiliki sekitar 300 kelokan tajam, ” kata Sumarno, Besar Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkerataapian Dinas Perhubungan Provinsi Sulteng, Sumarno.

Dia juga membenarkan berdasarkan data kondisi cuaca dari BMKG setempat menyebutkan beberapa hari ke ajaran ini, cuaca ekstrem masih berpeluang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulteng sehingga perlu mendapatkan menghiraukan dari semua pihak.

sumber: Antara