Flores Timur Terapkan Denda Rp 50

Flores Timur Terapkan Denda Rp 50. 000 ke Warga tak Bermasker

REPUBLIKA. CO. ID, KUPANG — Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menerapkan denda Rp 50 ribu untuk warga yang tidak memakai masker. Denda tersebut guna memberikan pengaruh jera terhadap ketidakpatuhan pada aturan kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19.
Kondisi Flores Timur sudah kembali ke zona merah penyebaran Covid-19.

REPUBLIKA. CO. ID, KUPANG — Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menerapkan denda Rp 50 ribu bagi warga yang tidak memakai kedok. Denda tersebut guna memberikan efek jera terhadap ketidakpatuhan pada aturan kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19.

“Kami di Flores Timur sudah ada peraturan tumenggung bagi yang tidak bermasker didenda Rp 50 ribu, ” sirih Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, ketika dihubungi dibanding Kupang, Kamis (17/9).

Ia mengatakan penerapan denda bersifat uang ini sebagai sanksi penyadaran agar semua warga memiliki kesadaran untuk ikut mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah kabupaten bagian paling timur Pulau Flores itu.

Agustinus mengatakan pemberlakuan sanksi denda ini penting mengingat kedudukan Flores Timur sudah kembali ke zona merah penyebaran Covid-19 setelah adanya kasus terbaru sebanyak 7 orang personel TNI-AD dinyatakan nyata Covid-19 pada Rabu (17/9).

Untuk itu, lanjut dia, semua elemen masyarkakat perlu memajukan kewaspadaan agar tidak terpapar Covid-19 dengan cara mentaati protokol kesehatan seperti mengenakan masker, jaga jeda, dan selalu mencuci tangan sesudah beraktivitas di tempat umum.

“Prinsipnya kita mencegah bertambah baik dari pada mengobati, ” kata Agustinus.

Bertambah lanjut, Agustinus mengatakan bahwa penularan Covid-19 ibarat teori fenomena gunung es yakni satu pasien terpapar bisa mewakili 10 orang apalagi 100 orang yang potensial sudah tertular dan berada di pusat masyarakat tetapi belum diketahui.

Oleh karena itu, tinggi dia, pemerintah daerah tegas buat melarang penyelenggaraan pesta-pesta, serta pemisahan jumlah orang pada kegiatan terbatas seperti pemakaman. Selain itu, lanjut dia, kegiatan pembelajaran di madrasah yangb seblumnya dilakukan secara tatap muka dengan pola sif juga mulai dibatasi dengan penerapan menelaah secara daring dari rumah.

“Tata cara peribadatan serupa ditinjau lagi, ada pembatasan apalagi cukup di rumah saja. Upaya-upaya ini kita lakukan tentu buat meminimalisir penyebaran Covid-19 di Flores Timur, ” katanya.

sumber: Antara