KPPU Awasi SPI Bawang Putih

KPPU Awasi SPI Bawang Putih

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Komisi Pengawas Persaingan Daya (KPPU) sedang menelaah penerbitan Surat Persetujuan Impor (SPI) bawang suci. Penelaahan ini terkait ada atau tidaknya pelanggaran dalam prakatik penerbitan SPI.
KPPU menunggu laporan pengusaha

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sedang menelaah penerbitan Tulisan Persetujuan Impor (SPI) bawang suci. Penelaahan ini terkait ada ataupun tidaknya pelanggaran dalam prakatik penerbitan SPI.

“Kalau tersedia dugaan praktik diskriminasi dan didukung oleh bukti-bukti bahwa persyaratan telah lengkap tetapi tidak dikeluarkan SPI,   bisa melapor ke Ombudsman. Namun apabila diduga terjadi persekongkolan antara pelaku usaha dan otoritas dan/atau pelaku usaha lain bisa dilaporkan ke KPPU, ” 

kata Komisioner KPPU Chandra Setiawan, Rabu (23/9).

Chandra mengatakan, KPPU bekerja,   biar ada transparansi dan perlakuan yang sama antar pengusaha dan tidak tersedia diskriminasi ke semua pelaku usaha.  

“Misalnya dengan menjelaskan berapa besarnya kuota impor yang diberikan, berapa persediaan dari dalam negeri. Bagaimana cara pembagian kuota? Dan asing sebagainya dengan kriteria yang terukur dan terjangkau, ” jelasnya.

Sementara, pihaknya belum mendapat laporan dari para pengusaha bawang putih terkait telaahan ini. KPPU menunggu pihak yang bersedia melaporkan dugaan kongkalikong penerbitan SPI.

Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang Suci dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) di kesempatan berbeda, kembali mengeluhkan penerbitan SPI. Ketua Pusbarindo, Valentino menyebut anggotanya ada yang mendapat SPI dari Kementerian Perdagangan, namun jumlahnya sedikit sekali. “Mayoritas bagian Pusbarindo belum keluar SPI. Sungguh dari dulu dugaan seperti tersebut selalu ada, karena perusahaan-perusahaan dengan baru muncul dengan pengajuan bagian besar justru diterbitkan SPI mungkin, ” ujarnya.