Trump Janjikan Libur Federal demi Gaet Pemilih Kulit Hitam

REPUBLIKA. CO. ID, ATLANTA – Kandidat presiden pejawat Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menjanjikan serangkaian hal dalam manuver di Atlanta pada Jumat (25/9) untuk menggaet pemilih kulit hitam. Janji itu termasuk menjadikan Juneteenth sebagai hari libur federal.
Trump berjanji menjadikan Juneteenth sebagai hari libur federal

REPUBLIKA. CO. ID, ATLANTA – Kandidat presiden pejawat Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menjanjikan serangkaian hal dalam kampanye di Atlanta di dalam Jumat (25/9) untuk menggaet pemilih kulit hitam. Janji itu tercatat menjadikan Juneteenth sebagai hari libur federal.

Juneteenth ataupun Hari Kebebasan adalah perayaan pada setiap tanggal 19 Juni untuk memperingati penghapusan perbudakan terhadap orang jangat hitam di AS. Saat ini, Juneteenth sudah menjadi hari libur di 47 negara bagian serta Distrik Columbia.

Trump, yang menyampaikan janji itu kurang dari 40 hari sebelum pengumpulan suara 3 November mendatang, selalu berjanji akan memasukkan kelompok dominasi kulit putih Ku Klux Kelompok dan gerakan Antifa, sayap kiri dan anti fasisme, sebagai organisasi terorisme.

Selain tersebut, ia berjanji untuk meningkatkan kanal permodalan bagi masyarakat kulit hitam, menciptakan lapangan pekerjaan, mendukung cara yang dimiliki oleh kulit hitam, dan memperluas area kesempatan bagi mereka.

Trump menyuarakan dirinya “akan selalu mendahulukan anak buah Amerika, dan itu termasuk jangat hitam Amerika yang sangat, benar penting” dalam acara di Atlanta. Atlanta ditinggali oleh mayoritas kulit hitam dan merupakan kota terbesar di negara bagian Georgia.

Namun Trump tidak menjelaskan bagaimana janji-janji kampanye itu bisa direalisasikan. Di AS, hanya Kongres yang mempunyai kewenangan untuk menentukan hari libur federal, sementara pemimpin dapat membantu dalam hal persetujuannya.

Seruan untuk mendaulat Juneteenth sebagai hari libur federal mengemuka lebih kuat ketika muncul protes Black Lives Matter di dalam pertengahan tahun ini. Gerakan merebak ke seluruh wilayah di AS dan sejumlah organisasi memberikan libur bagi pegawai mereka.

Pihak Joe Biden sebagai kandidat rival Trump menyebut bahwa “Trump tengah membuat lebih banyak janji-janji kosong”.

Menurut hasil riset Pew Research Center, lebih dari 85 persen suara pemilih kulit hitam dimiliki oleh Kelompok Demokrat yang mengusung Biden. Pada kampanyenya, Trump menyebut Biden tidak punya pemahaman terhadap kulit hitam Amerika seperti dirinya.

sumber: Reuters