Satgas Luncurkan Inovasi Tingkatkan Kedisiplinan Adat

Satgas Luncurkan Inovasi Tingkatkan Kedisiplinan Adat

REPUBLIKA. CO. ID,  JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 meluncurkan sebuah inovasi baru dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, pada Selasa (27/10) saat memberikan data pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Pemimpin.
Satgas luncurkan pola BLC Monitoring perubahan perilaku

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 meluncurkan sebuah inovasi baru dalam penanganan pandemi Covid-19 di Nusantara, pada Selasa (27/10) saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.  

Koordinasi Tim Pakar dan Ujung Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut inovasi daripada bidang Data dan IT serta Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19. Sistem ini dikenal  sebagai “Sistem Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Monitoring Perubahan Perilaku”.  

Pola ini dirancang untuk menghasilkan data yang realtime, terintegrasi, sistematis, interoperabilitas, dan sistem yang melibatkan harmonisasi antar lintas sektor. “Melalui bentuk ini, petugas di lapangan dapat memasukkan berbagai data terkait secara pelanggaran protokol kesehatan yang dikerjakan masyarakat di lokasi-lokasi pengawasan dengan real time, ” kata Resi.  

Data yang dimasukkan para petugas di lapangan, hendak diolah menjadi data statistik buat mengetahui lokasi atau area tertinggi dengan lokasi geografisnya, dan menemukan pelanggaran protokol kesehatan. Data statistik itu nantinya dapat digunakan buat mengoptimalisasi pelaksanaan operasi yustisi.  

Wiku menjabarkan, salah satu fitur yang terdapat dalam sistem BLC Perubahan Perilaku ialah daftar pertanyaan untuk melaporkan kerumunan yang terjadi dan juga memonitor kepatuhan individu dan institusi terhadap protokol kesehatan. Termasuk dapat digunakan memetakan lokasi dan institusi yang perlu meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.  

Hasil pelaporan monitoring dalam sistem itu, berbentuk sebuah dashboard nasional yang berbentuk alat navigasi. Kini katanya sudah berjalan selama 4 minggu, dan sudah ada 18. 960. 212 orang dengan dipantu. Juga ada 3. 480. 380 titik pantau di seluruh Indonesia dan ada 485 kabupaten/kota yang dipantau termasuk seluruh daerah di Indonesia.  

“Data yang dihasilkan bersifat realtime, & akan terus diperbarui berdasarkan informasi yang masuk, melalui dashboard ini pula dapat diketahui jumlah orang yang dipantau, titik pemantauan, total kabupaten/kota serta provinsi yang dipantau, ” papar Wiku.  

Melalui dashboard itu juga mampu dipetakan wilayah di Indonesia dengan perlu ditingkatkan kedisiplinan terhadap adat kesehatan. Data-data itu akan diolah didalam aplikasi dan dapat digunakan untuk menentukan kebijakan mendorong perubahan perilaku masyarakat di tengah pandemi Covid-19.  

Dalam mengoperasikan sistem ini, Satgas Penanganan Covid-19 mempertimbangkan aspek kemitraan atau pentahelix. Wiku mengakui hal itu dikarenakan pihaknya tidak dapat bekerja sendiri dalam memerangi pandemi. Dibutuhkan kerjasama berbagai pihak termasuk kalangan asosiasi.  

Saat ini sudah ada kerjasama dengan TNI dengan menurunkan lebih dari 95. 392 personil, Polri menurunkan 196. 668 personil, duta perubahan perilaku sebanyak 17. 199 orang yang terdiri dari PLKB atau petugas lapngan Keluarga Berencana dari BKKBN, mahasiswa dan dosen, Koalisi Kependudukan Indonesia, Koalisi Muda Kependudukan dan Sat Pol PP. Para petugas itu di lapangan melaporkan setiap detik kepada sistem ini.  

Untuk itu ia memberikan pujian setinggi-tingginya kepada para pihak dengan sudah terlibat. Dan sistem itu kedepannya dapat menjadi alat navigasi sebagai upaya lanjutan perubahan tabiat dan arahan strategis komunikasi terbuka kedepannya. “Ingat, tidak ada toleransi arah ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan. Jika sudah ada bukti terkait pengingkaran harus ditindak dengan tegas, ” kata Wiku.