Menuntut: 91 Persen Warga Israel Yakin Dukungan Biden

Menuntut: 91 Persen Warga Israel Yakin Dukungan Biden

REPUBLIKA. CO. ID, YERUSALEM — Studi baru dari Ruderman Family Foundation merekam bahwa sebagian luhur orang Israel meyakini bahwa Pemimpin terpilih dari Demokrat, Joe Biden akan tetap mendukung Israel. Anutan itu terlepas dari harapan kalau Biden akan memberikan kebijakan penting terhadap konflik Israel-Palestina.
Sebesar 71 persen responden juga puas dengan pemilu AS.

REPUBLIKA. CO. ID, YERUSALEM — Menuntut baru dari Ruderman Family Foundation merekam bahwa sebagian besar orang Israel meyakini bahwa Presiden terbatas dari Demokrat, Joe Biden hendak tetap mendukung Israel. Keyakinan tersebut terlepas dari harapan bahwa Biden akan memberikan kebijakan strategis terhadap konflik Israel-Palestina.

Studi tersebut dilakukan di bawah perlindungan Prof Camille Fuchs dari Tel Aviv University dengan mengambil sampel 1. 000 orang Israel. Survei tersebut merekam bahwa 91 karakter Israel meyakini Biden akan membela dukungan Amerika Serikat (AS) untuk Israel.

Selain tersebut, 71 persen menyatakan puas dengan hasil pemilu AS. Sementara cuma 20 persen yang menyatakan sama sekali tidak puas pada hasil pemilu negeri Paman Sam.

Hasil survei juga mencatat kalau hampir setengah atau 49 obat jerih orang Israel percaya Biden hendak mempertahankan status quo dalam hubungan Israel dengan Yahudi Amerika. Sementara 18 persen menilai hal itu hendak menjadi lebih kuat, dan 23 persen menilai akan melemah.

Namun demikian, 73 tip khawatir tentang berlanjutnya jarak prinsip antara Israel dan Yahudi dalam Amerika. Selama ini Israel banya mendukung Presiden Donald Trump, sebalikanya dukungan Yahudi Amerika mengalir untuk Biden.

“Hasil inspeksi kami mencerminkan bahwa orang-orang Israel masih sangat percaya pada gaya abadi hubungan AS-Israel terlepas dibanding siapa penghuni Gedung Putih, ” kata presiden Yayasan Keluarga Ruderman, Jay Ruderman dalam sebuah maklumat seperti dilansir laman The Jerusalem Post , Rabu (18/11).

“Perpecahan pada pemilu AS juga terlihat dalam komunitas Yahudi, baik di Israel maupun di Amerika Serikat. Itu akan terus menjadi prioritas umum utama untuk menjembatani perpecahan ini selama empat tahun ke pendahuluan dan seterusnya, ” ujarnya menambahkan.

Studi ini dirilis selama diskusi panel di Knesset Caucus for Israel-American Jewry Relations, yang dipandu oleh co-chair kaukus MK Mickey Levy (Yesh Atid) dan MK Keren Barak (Likud) serta Ruderman Family Foundation. Berbahasa di panel, mantan sekretaris pers Gedung Putih Ari Fleischer membuktikan keberatan tentang pemerintahan Biden yang akan datang. Dia memperingatkan kalau meskipun Biden mendukung Israel, hubungannya dengan AS kemungkinan akan bengkak dibandingkan selama pemerintahan Trump.

Hal ini pun dia yakini karena orang lain di pemerintahan & di Partai Demokrat belum tetap sependapat dengan Biden. Fleischer menjelaskan waktu dia bekerja di bawah presiden George W Bush, dengan sangat pro Israel.

Namun, ia kesulitan menerapkan kebijakan tersebut karena adanya hambatan sejak Departemen Luar Negeri, Kedutaan Tinggi AS, dan bagian lain dibanding pemerintahan. Untuk mendapatkan dukungan lantaran Demokrat, mantan sekretaris pers Gedung Putih merekomendasikan hubungan normal secara UEA dan Bahrain sebagai periode dari advokasi akar rumput pada masa depan.