Pasien Sembuh Covid-19 di Sulawesi Tenggara 6.029 Orang

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI — Jumlah pasien sembuh dari virus corona di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi 6.029 orang hingga 13 Desember 2020. Sementara, jumlah pasien baru sembuh tercatat empat orang yang semuanya berasal dari Kabupaten Muna.
Data pasien Covid-19 di Sulawesi Tenggara yang meninggal di Sultra 117 Orang.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI — Jumlah pasien sembuh dari virus corona di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi 6.029 orang hingga 13 Desember 2020. Sementara, jumlah pasien baru sembuh tercatat empat orang yang semuanya berasal dari Kabupaten Muna.

“Pasien sembuh hari ini empat orang dari Kabupaten Muna sehingga total pasien sembuh di Sulawesi Tenggara per hari ini menjadi 6.029 orang dari hari sebelumnya 6.025 orang,” kata juru bicara Satgas Covid-19 Sulawesi Tenggara, La Ode Rabiul Awal, Ahad (13/12).

Penambahan kasus positif baru ini tercatat lebih banyak dari pasien sembuh, yakni sebanyak 55 orang, sehingga total kasus konfirmasi positif Covid-19 menjadi 7.173 orang. Dia mengatakan kasus positif baru hari ini masing-masing satu orang dari Kabupaten Kolaka Timur dam Buton Selatan. Kemudian Monawe Utara dan Kolaka Utara masing-masing dua orang.

“Selanjutnya Buton Tengah 12 orang, Kolaka 13 orang, Konawe Selatan 14 orang, Baubau tiga orang dan Kendari tujuh orang,” kata Rabiul.

La Ode menyebut, untuk data pasien Covid-19 yang meninggal di Sulawesi Tenggara tidak ada penambahan, tetap sebanyak 117 orang. Pria yang akrab disapa Dokter Wayong ini mengingatkan bahwa penyebaran pandemi Covid-19 di Sultra masih terjadi. Untuk itu dia meminta seluruh masyarakat agar miliki kesadaran tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya menerapkan 3M.

“Tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang tinggi harus dimiliki oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dia mengatakan semua pihak harus gencar melakukan sosialisasi, edukasi pencegahan, maupun deteksi dini terhadap pandemi Covid-19. “Selalu memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan ketika menjalani aktivitas produktif sehingga bisa menekan angka kasus kita,” kata Wayong.

sumber : Antara